🦬 Biaya Pernikahan Pedang Pora
BiayaKatering 500 Undangan. Rp. 25.000. 1.000. Rp. 25.000.000. TOTAL BIAYA. Rp. 31.500.000. Perhitungan di atas tidaklah sepenuhnya benar. Anda harus memastikannya kembali ke pihak pengelola gedung yang akan Anda sewa sebagai tempat pernikahan Anda. Selain biaya di atas, tentunya Anda juga harus menyiapkan dana untuk biaya teknis lain seperti
PedangPora dilaksanakan bukan hanya untuk lulusan Akmil, AAU, AAL, AKPOL, tetapi oleh seluruh perwira pria (baik Sepawamil, IDP, Semapa PK, maupun Secapa reguler). dengan catatan hanya dilaksanakan sekali saja seumur hidup (jika menjadi duda dan menikah lagi, maka tidak dilaksanakan Pedang Pora). Upacara ini tidak dilaksanakan bagi pernikahan
Selainitu, yang membuat menikah dengan seorang perwira adalah sesuatu yang dianggap fantastis adalah salah satu prosesi pernikahannya, yakni Prosesi Pedang Pora! Iya, prosesi yang bakal membuat pernikahanmu—kalau kamu nikah dengan perwira—terkesan istimewa. Bahkan kalau cuma dibayangkan saja, bakal sangat terasa kesyakralannya.
Prosesiini diiringi dengan rangkaian pedang berbentuk gapura yang dibentuk oleh hunusan pedang dari rekan-rekan perwira atau adik angkatan dari sang mempelai pria. Di acara pernikahan Rilda dan Desta terdapat 8 pasang yang melakukan pedang pora dan 1 komandan pedang pora, yaitu 1 MC pedang pora, 1 pembaca puisi, dan 2 org pembawa baki yg
TradisiPernikahan Militer "Pedang Pora". Berjalan bergandengan tangan, bak pasangan Pangeran William dan Kate Middleton, Letda Kes Dian Para Indrawan, S.Pd., dengan Izzati Mulia Fardani, SE., dua mempelai agung, berjalan ditengah-tengah pasukan Gordon Pedang Pora yang keduanya telah resmi dinyatakan sebagai pasangan suami istri (nikah
kritikdan saran silakan di Corat coret di kolom komentar.
Dilaksanakandalam Prosesi Pernikahan Prajurit Pria. Upacara Pedang Pora dilaksanakan bagi prajurit pria aktif yang melangsungkan pernikahan. Prajurit tersebut merupakan bagian dari Kepolisian, Tentara Nasional Indonesia dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Uniknya, Pedang Pora hanya berlaku bagi prajurit laki-laki saja, dan
PANTUNNIKAH RYAND DAN LOVA JUGA AYU DAN RIDHO di tanah Banyak orang yang memilih Tidak pernah cukup uang pemerintah Bila tidak dilarang muatan lebih Butuh Biaya 56741. Daun pandan menjulai rendah. Acara Lain 57126. Beli serai beli gardamunggu. Beli kentang di Simpang Haru. Setelah ini ada acara menunggu Acara pedang pora mempelai baru
KALAMANTHANA Tamiang Layang - Dalam rangka mendekatkan pelayanan kepada masyarakat maka institusi Kepolisian membentuk dan meresmikan Polisi Sub Sektor (Polsubsektor)
. Prosesi yang wajib ada di upacara nikahan perwira Menikah dengan seorang perwira, baik TNI maupun polisi, merupakan mimpi bagi sebagian orang. Nggak hanya rasa bangga saat nanti melalui biduk rumah tangga bersama pria berseragam ini, tapi juga merasa spesial saat hari H pernikahan. Apalagi kalau bukan merasa spesial karena prosesi pedang pora yang megah dan bakal jadi pusat perhatian? Tapi ternyata nggak hanya pedang pora aja lo prosesi yang wajib ada di upacara pernikahan seorang perwira. Pedang pora hanya pembuka, satu di antara empat prosesi yang ada. Buatmu yang nanti akan bersanding dengan seorang perwira, yuk cari tahu 3 prosesi selain pedang pora ini. Biar nggak kaget saat hari H nanti!1. Setelah berjalan di Gapura Pedang atau Pedang Pora, kedua mempelai akan menerima penghormatan di prosesi Gapura KehormatanSelepas prosesi Pedang Pora atau berjalan di gapura pedang, prosesi pernikahan seorang perwira belum selesai. Masih ada 3 rangkaian prosesi yang harus dijalani. Nah prosesi yang selanjutnya adalah Gapura Kehormatan. Berbeda dengan seperti Pedang Pora yang menjalan di bawah gapura dari pedang, pada prosesi ini kedua mempelai cukup berdiri di tengah para rekan sejawat atau junior mempelai laki-laki yang saling bergandengan. Posisinya pun tidak berdiri. Rekan-rekan dari mempelai laki-laki ini diwajibkan setengah berjongkok sambil memberikan makna dari prosesi Gapura Penghormatan ini adalah untuk memberikan penghormatan kepada mempelai dalam mengarungi rumah tangga serta sebagai lambang solidaritas dan persaudaraan antar Selanjutnya adalah prosesi Payung Pura. Biasanya prosesi ini dilakukan setelah mempelai laki-laki memberikan laporan ke inspektur upacara pernikahanProsesi ketiga adalah Payung Pura. Hampir sama seperti Pedang Pora, prosesi Payung Pura ini juga menggunakan pedang sebagai propertinya. Hanya saja kedua mempelai tidak berjalan menuju pelaminan. Kali ini mempelai cukup berdiri bersisian, sambil dikelilingi para rekan sejawat biasanya berjumlah 12 orang yang menjulangkan pedang membentuk payung yang menaungi kedua dari prosesi Payung Pura ini pun berbeda dari prosesi yang sebelumnya. Yaitu para rekan sejawat memohon perlindungan dan berdoa agar kedua mempelai mampu menghadapi segala rintangan kehidupan yang telah Prosesi yang terakhir adalah Ikrar Wirasatya. Ini adalah momen di mana kedua mempelai saling mengucap janji setya di hadapan rekan sesama perwira dan inspektur upacara pernikahanMengucap Ikrar Wirasatya di hadapan inspektur upacara via Prosesi satu ini memang sudah banyak ditinggalkan. Kalau pun ada biasanya ikrar ini dibacakan oleh pembawa acara saat pernikahan. Namun aslinya ikrar ini diucapkan kedua mempelai di prosesi Ikrar Wirasatya. Ikrar Wirasatya ini terdiri dari 2 janji. Yang pertama merupakan janji mempelai laki-laki untuk selalu bertanggungjawab sebagai kepala rumah tangga. Sedangkan ikrar yang kedua merupakan janji mempelai perempuan. Isinya kurang lebih tentang janji untuk memberikan dukungan pada suami demi suksesnya tugas dan kewajiban mengabdi untuk udah tahu kan, prosesi apa aja yang wajib ada di setiap upacara pernikahan seorang perwira? Biasanya sih perwira TNI ya, baik angkatan laut, darat atau pun udara, ketiga prosesi ini wajib ada. Gimana, jadi makin nggak sabar kan untuk segera menuju hari-H bersama sang perwira tercinta. Atau saat ini kamu malah lagi memantaskan diri untuk bisa bersanding dengan laki-laki berseragam?Apapun itu, yang penting kamu udah tahu dulu soal prosesi di upacara pernikahan dengan pria berseragam ini. Biar nggak kaget pas nanti diminta latihan bareng calon suami~ Tim Dalam Artikel Ini Penulis Not that millennial in digital era.
– Pernahkan Anda menghadiri sebuah acara pernikahan seorang prajurit militer, atau bahkan menjadi salah satu anggota keluarga atau tamu undangannya? Pernikahan prajurit militer ini identik dengan upacara pedang atau biasa disebut upacara pedang pora. Tidak hanya sebagai tradisi, upacara ini memiliki makna penting bagi seorang prajurit militer yang tengah menyelenggarakan resepsi militer yang bisa menyelenggarakan upacara pedang pora adalah para Perwira yang mana berasal dari Akmil Akademi Militer, AAU Akademi Angkatan Udara, AAL Akademi Angkatan Laut, Akpol Akademi Kepolisian, Sepawamil Sekolah Perwira Wajib Militer, IDP Ikatan Dinas Pendek, hingga Semapa PK Sekolah Perwira Prajurit Karier Tentara Indonesia. Penyelenggaraanya hanya satu kali semur hidup. Artinya jika prajurit menjadi duda dan menikah lagi maka tidak perlu mengadakan upacara upacara ini juga hanya berlaku bagi prajurit pria, sedangkan prajurit wanita tidak dapat menyelenggarakan. Akan tetapi, ada pengecualian jika pasangannya juga seorang prajurit. Berikut ini ulasan mengenai sejarah, biaya, dan tata cara pelaksanaan upacara pedang Upacara Pedang PoraUpacara pedang poraUpacara pedang pora merupakan tradisi militer turun-temurun yang ada di Indonesia. Waktu untuk menyelenggarakan tradisi ini adalah saat perayaan pernikahan prajurit militer. Istilah pedang pora sendiri berasal dari kata pedang pura’ atau gapura pedang. Prajurit militer yang melepas masa lajangnya dengan menikah akan beriringan dengan hunusan pedang yang membentuk sebuah gapura oleh rekan-rekan atau adik angkatan. Sepasang pengantin akan melewatu gapura tersebut untuk berjalan bersama menuju upacara adalah sebagai simbol solidaritas dan persaudaraan antar prajurit militer. Upacara ini juga menandai penerimaan pasangan sang prajurit dalam keluarga besar militer. Karena pada akhirnya nanti, pasangan prajurit tersebut akan tergabung dalam persatuan istri tentara atau bisa singkatannya adalah Persit. Upacara pedang pora sendiri hanya dapat berlangsung sekali dari seluruh rangkaian prosesi Mempelai Harus Mempersiapkan Dokumen IniFaktanya, memang prosesi resepsi pernikahan tentara memiliki banyak prosedur. Begitu juga tanggung jawab setelah menjadi pasangan nantinya. Agar lebih jelas, berikut ini adalah dokumen persyaratan yang perlu disiapkan sebelum pelaksanaan resepsi dengan tradisi pedang Permohonan izin untuk menikah dan 10 lembar salinan lengkap dengan tanda tangan dari atasan di satuan masing-masing misalnya Komandan Batalyon Danyon.2. Surat pernyataan kesanggupan calon mempelai wanita beserta tanda tangan Surat pernyataan persetujuan dari pihak orang tua atau wali calon istri yang Surat keterangan yang menyatakan belum menikah, dengan ketrangan mengetahui oleh pemerintah desa dan KUA Kantor Urusan Agama.5. Surat keterangan menetap dari orangtua pihak calon istri dan Surat bentuk sampul D, yang mana tempat mengurusnya adalah di Kodim Komando Distrik Militer dan Koramil Komando Rayon Militer di wilayah calon istri berdomisili, Tujuannya adalah ke Komandan Kodim, Pasi Intel Perwira Seksi Intelijen, PasiTer Perwira Seksi Teritorial dan Danramil Komandan Rayon militer.7. Dokumen N 1 yaitu dokumen yang berisi keterangan akan menikah, bertandatangan orangtua dan calon pengantin Dokumen N 2, yaitu pernyataan yang berupa asal usul calon pengantin wanita dan Dokumen N 4, yaitu surat keterangan tentang calon pengantin Surat pernyataan calon suami dan calon SKCK Surat Keterangan Catatan Kepolisian dari pihak calon pengantin wanita dan Ijazah calon pengantin Akta kelahiran milik calon suami dan calon Fotokopi KTP Kartu Tanda Penduduk calon pengantin wanita dan orang Pas foto calon pengantin pria berukuran 6×9 memakai PDH Pakaian Dinas Harian dan Persit tanpa lencana dengan latar biru sebanyak 12 lembar16. Pas foto calon pengantin wanita berukuran 4×6 dengan pakaian Persit sejumlah lima dokumen-dokumen yang harus ada sebagai persiapan untuk melaksanakan pedang pora untuk calon pasangan prajurit TNI. Untuk membuat surat-surat atau persyaratan, memang harus diketahui aparat desa setempat. Tujuannya adalah agar semua dokumen sah dan digunakan sebagaimana jugaPeraturan dan Kode Etik Profesi TNI yang Wajib DipatuhiLaksamana Keumalahayati Sosok Wanita Pemimpin Angkatan PerangSetiap pernikahan selalu punya biaya yang tidak sedikit, tak terkecuali pernikahan yang menggunakan tradisi pedang pora. Biaya upacaranya tergantung pada biaya pernikahan yang sudah ditetapkan oleh mempelai dan keluarga. Hal itu karena pelaksanaan upacara pedang pora menjadi rangkaian kegiatan pernikahan. Pihak keluargalah yang mengetahui rinciannya secara pedang pora TNI AD hingga jabatan militer lainnya tentu berbeda, tergantung dengan pangkat yang menjadi amanah prajurit militer itu sendiri. Biaya untuk upacara tentunya bisa memakan biaya yang tidak sedikit, seperti yang selama ini banyak terselenggara. Apabila berkaitan dengan berapa biaya pernikahan dengan prosesi pedang pora maka kaitannya dengan jasa wedding organizer yang digunakan. Di awal pasti ada paket wedding organizer yang bisa turut melibatkan upacara pedang Cara Pelaksanaan UpacaraPenyelenggaraan tradisi pedang pora mengikuti aturan-aturan yang sudah ditetapkan. Orang tua mempelai dapat ikut serta, atau jika memilih tidak ikut serta pun tidak Orang Tua Tidak Ikut SertaJika orang tua mempelai tidak ikut serta maka terdapat 12 tahap pelaksanaan upacara pedang poraPertama-tama, pasukan yang bertugas saat upacara memasuki tempat upacaraPengantin disertai kedua orang tua memasuki tempat pelaksanaan upacaraInspektur upacara memasuki tempat pelaksanaan upacaraLaporan komandan pasukan pedang pora kepada inspektur upacaraSepasang mempelai memasuki gapura pedang poraPernyataan dari sang inspektur upacaraProsesi pemberian tanda kehormatan kepada mempelaiMempelai pengantin berjalan menuju pelaminan bersama inspektur upacara yang mengiringiKomandan pasukan memberikan laporan kepada inspektur upacaraInspektur upacara meninggalkan tempat upacaraSesi foto oleh pasukan pedang pora dengan mempelaiUpacara pedang pora telah selesaiTata cara yang baru Anda lihat ini merupakan pelaksanaan upacara pedang pora yang tidak mengikutsertakan orang tua. Bagaimana dengan yang mengikutsertakan orang tua?b. Orang Tua Ikut SertaApabila orang tua turut terlibat maka yang memasuki tempat upacara tidak hanya orang tua tetapi juga keluarga inti. Saat memasuki gapura, orang tua dan keluarga inti pun juga turut serta sehingga bukan hanya mempelainya inspektur upacara memberi tanda kehormatan kepada mempelai maka prosesi selanjutnya adalah mengantar mempelai ke pelaminan. Yang mengikuti prosesi ini adalah inspektur upacara, orang tua, keluaga inti, dan pasukan pedang pora. Prosesi selanjutnya berlangsung seperti upacara tanpa melibatkan orang tua, yakni dengan foto bersama, laporan oleh komandan pasukan, dan upacara informasi yang sudah Anda baca ini berguna bagi Anda yang kelak menyelenggarakan prosesi upacara pedang pora. Upacara yang melibatkan segenap prajurit militer pastinya menjadi pengalaman berharga bagi Anda dan pasangan. Pedang pora merupakan tradisi yang harus tetap lestari agar generasi mendatang kelak tetap dapat menyaksikannya.
Pedang Pora berasal yang berasal dari kata Pedang Pura atau Gapura Pedang adalah tradisi pernikahan bagi perwira militer yang dilaksanakan dalam rangka melepas masa lajang dengan diiringi rangkaian pedang berbentuk gapura yang dibentuk oleh hunusan pedang dari rekan-rekan perwira atau adik angkatan dari sang mempelai pria. Pedang Pora dilaksanakan bukan bukan hanya untuk lulusan Akmil, AAU, AAL, AKPOL, tetapi oleh seluruh perwira pria baik Sepawamil, IDP, Semapa PK, maupun Secapa reguler. dengan catatan hanya dilaksanakan sekali saja seumur hidup jika menjadi duda & menikah lagi, maka tidak dilaksanakan Pedang Pora. Upacara ini Tidak dilaksanakan bagi pernikahan perwira wanita, kecuali si perwira wanita menikah dengan perwira pria. Bagi bintara atau tamtama, tidak ada tata cara tradisi pedang pora. Hanya kadang diadakan suatu acara yang mirip pedang pora, dengan maksud untuk menghormati rekan yang melepas masa lajang dengan acara yang kadang disebut “Hasta Pora” atau gapura yang dibentuk dari penghormatan tangan, jadi pedang diganti dengan tangan yang lurus ke atas seperti pedang pora pada Hasta pora ini tidak ada dalam upacara pernikahan bintara Polri. Pedang pora adalah salah satu prosesi khusus dalam pernikahan yang dilakukan oleh seorang yang aktif dalam militer baik dari Kepolisian, Tentara Republik Indonesia TNI, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ABRI, Angkatan Darat AD, Angkatan Laut AL, atau Angkatan Udara AU. Selain bertujuan untuk memperkenalkan sang mempelai wanita kepada dunia angkatan bersenjata. Pedang pora adalah sebuah tradisi wajib yang telah dilakukan secara turun-menurun di dunia militer, dengan mempunyai makna dibalik simbol dan ritual pedang pora, antara lain melambangkan solidaritas, persaudaraan, dan permohonan perlindungan pada Tuhan YME, jajaran pedang dalam pedang pora yang membentuk gapura ketika di lewati kedua mempelai menggambarkan saat di masukinya pintu gerbang kehidupan rumah tangga yang baru. Prosesi Pedang Pora berlangsung dengan sangat khidmat. Mulai dari saat kedua mempelai bersiap berjalan memasuki gerbang yang terdiri dari dua belas orang pasukan pedang pora yang berdiri berhadap-hadapan dan satu orang komandan regu, lengkap dengan seragam hijau militernya, topi baret dan pedang pora atau pedang panjang yang masih berada di sarungnya dan tergantung di pinggang masing-masing. Adapun yang bertindak sebagai pasukan adalah adik-adik angkatan dari mempelai pria. Dan ketika komandan regu telah melaporkan bahwa Pasukan Pedang Pora telah siap kepada kedua mempelai, kemudian pasukan pedang pora-pun disiapkan untuk mulai menghunus Terhunus itu mengandung makna, bahwa "dengan jiwa ksatria kedua mempelai siap menghadapi segala rintangan yang akan mereka hadapi dalam kehidupan". Maka berjalanlah secara perlahan tapi pasti kedua mempelai di bawah pedang pora yang perlahan mulai terangkat saat mereka melewatinya, sambil diringi oleh suara tambur yang ditabuh tak henti memberi semangat kepada kedua mempelai. Pasukan pedang pora-pun dengan langkah tegap berjalan mengikuti dibelakang kedua mempelai kemudian pasukan membentuk formasi lingkaran lalu menghunus pedang keatas berbentuk payung. Formasi Lingkaran Pedang Berbentuk Payung atau Payung Pora bermakna "bahwa Tuhan Yang Maha Esa akan selalu melindungi kedua mempelai dalam menghadapi segala rintangan kehidupan dan selalu ingat untuk memohon lindungan dan petunjuk kepada-NYA". Kedua mempelai menerima Pemasangan Cincin yang melambangkan "bahwa kedua mempelai akan bersama-sama dalam mengarungi bahtera kehidupan baru, dan bagi mempelai wanita diberikan pakaian PERSIT Persatuan Istri Tentara , sebagai lambang bahwa mempelai wanita telah siap mendampingi suami sebagai istri seorang prajurit dan juga sebagai pertanda bahwa telah diterima sebagai bahagian dari Persit Kartika Chandra Kirana. Berikut Contoh Tata Cara atau Urutan Upacara Pedang Pora ; Hadirin yang kami mulyakan, pada hari yang berbahagia ini, kami corps Perwira Abituren AKADEMI MILITER akan mempersembahkan acara tradisi corps pedang pora. Acara ini merupakan perlambang kebanggaan dan kebahagiaan corps perwira Abituren AKADEMI MILITER dalam mengantar kakak kami untuk menempuh lembaran kehidupan yang baru. Maksud dan tujuan acara yang telah menjadi tradisi dilingkungan Perwira Abituren AKADEMI MILITER ini adalah agar tetap terjalin hubungan ikatan bathin yang kuat dan rasa korsa yang mendalam antara kakak dan adiknya serta untuk mengantarkan kakak kami ke pintu gerbang kehidupan barunya sebagai suami istri yang berbahagia. Acara ini juga sebagai pernyataan, bahwa kami pernah sama-sama di gembleng dalam kawah CHANDRADIMUKA Lembah Tidar. A. Acara Tradisi corps pedang pora dimulai, hadirin dimohon berdiri… Pasukan disiapkan … PAMPARE. B. Laporan Komandan pedang pora. C. Hunus pedang. Dilanjutkan instrumen Taruna Jaya .Pedang terhunus melambangkan bahwa dengan bersikap dan berjiwa ksatria kedua mempelai akan selalu siap untuk mengatasi segala rintangan dan menerobos semua hambatan yang akan menghalangi kehudupan mereka. Adapun formasi dua syaf berhadapan melambangkan pintu gerbang yang akan mereka lalui merupakan awal suka dan duka dalam menempuh kehidupan yang baru. Hadirin yang kami hormati……………………..kita saksikan sekarang mempelai sedang melewati pagar pedang yang mengandung makna bahwa dalam menempuh kehidupan ini, banyak terjadi rintangan-rintangan yang harus dihadapi baik semasa mengikuti pendidikan maupun dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dan kehidupan yang akan datang. Rintangan-rintangan tersebut sekarang dihadapi dan diselesaikan bersama mempelai putri sehingga tujuan mulia dalam menempuh kehidupan yang baru ini dapat tercapai. D. Formasi berbanjar yang sedang kita saksikan ini, melambangkan bahwa kami corps perwira Abituren AKADEMI MILITER, turut bersuka cita dan mengantarkan kakak kami tercinta menuju pintu gerbang kebahagiaan dalam menempuh kehidupannya yang baru. Kami menyadari bahwa kami dulu pernah merasakan dalam satu rasa kehidupan dalam menempa diri di AKADEMI MILITER. Penderitaan kakak kami adalah sebagian dari penderitaan kami yang harus kami rasakan bersama-sama. Kami siap mengantar kakak kami untuk membagi rasa baik dalam suka maupun duka. Dan pada hari yang berbahagia ini disaksikan dengan mata kebahagiaan dan dengan diiringi doa para hadirin mempelai berdua melepas masa bebasnya, menjalin janji untuk masa selamanya, semoga ini menjadi awal dari suatu kebahagiaan. E. Formasi MelingkarHadirin yang terhormat … Kita saksikan bersama mempelai dalam formasi melingkar. Formasi ini melambangkan bahwa diantara kami corps perwira abituren AKADEMI MILITER akan selalu terjalin ikatan bathin yang kuat, ikatan yang selalu mewarnai tugas dan perjuangan mereka. Kami corps perwira abituren AKADEMI MILITER menjadi saksi dan pelindung agar ikatan tersebut tetap kekal selamanya. F. Payung Pedang PoraHadirin yang kami hormati … Terlihat sekarang pedang membentuk payung, formasi ini mengandung makna bahwa Tuhan Yang Maha Esa akan selalu melindungi kedua mempelai dalam menghadapi berbagai rintangan hidup akan selalu ingat dan memohon petunjuk serta perlindungannya. G. Pemasangan CincinKepada yang terhormat …… beserta ibu dimohon berkenan untuk memasangkan cincin kepada kedua mempelai. Pemasangan cincin ini merupakan ikrar dan tanda bagi kedua mempelai bahwa mereka akan selalu bersama-sama dalam mengarungi kehidupan berumah tangga. H. Penyerahan Seperangkat Pakaian PersitKepada yang terhormat ibu ….. dimohon berkenan untuk menyerahkan seperangkat pakaian Persit kepada mempelai putri. Dengan diserahkannya pakaian persit kepada mempelai putri, secara simbolis mengandung arti bahwa mempelai putri telah diterima menjadi anggota persit KARTIKA CHANDRA KIRANA. Kepada yang terhormat … beserta ibu dipersilahkan kembali ketempat. I. Tegak Pedang . Pembacaan Puisi J. Mempelai dipersilahkan menuju ketempat pelaminan K. Sarungkan pedang L. Laporan komandan pedang pora Hadirin yang terhormat demikian tadi acara tradisi corps pedang pora oleh perwira abituren AKADEMI MILITER, semoga dengan acara pelaksanaan ini akan terjalin ikatan bathin yang kuat diantara kami, dan kami tak lupa corps perwira abituren AKADEMI MILITER mengucapkan selamat menempuh hidup baru dan berbahagia. Contoh Puisi Pedang Pora Abangku…………… dan kakakku……….. Hari ini menjadi begitu indah bagimu Kebahagiaan dan kabanggaan mewarnai seluruh detik waktu Senyum dan tawamu terasa begitu ceria dan merdu Hari ini pastilah menjadi kenangan indah sepanjang hidupmu Namun hari ini hanyalah suatu awal Awal dari suatu perjuangan yang panjang Perjuangan seorang Prajurit dan Suami Serta perjuangan istri Prajurit dan istri sejati Hari esok tidak akan terlewati hanya dengan tawa dan canda Hari esok adalah kerja keras, kerahkan segala usaha Tanggung jawab atas tugas dan keluarga ada di pundakmu Tanggung jawab kepada bangsa dan negara menunggu setiap waktu Kami adik-adikmu hanya bisa berdoa Semoga kebahagiaan hari ini akan lestari dan abadi Dan semoga perjuangan Kakanda berdua selalu mendapat Rahmat dan petunjuk darinya Selamat dan bahagia Abangku…… Selamat dan bahagia Kakakku …… Selamat menempuh hidup baru….. KAYANA Event & Wedding Organizer Perumahan Permata Puri Watuwila IV Blok Ngalian Semarang 0815 7770 199 WhatsApp / LINE BB 30D40799 Terima Kasih Kepada Adik Kami Novlayana Anggra Kesuma & Lettu Inf. Setiawan Margo Utomo Terima Kasih Kepada Keluarga Besar Pusdik Penerbad Semarang.
biaya pernikahan pedang pora